Percakapan Seusai Makan

“Suatu kali ingin kukenangkan kembali semerbakmu”
Ia menangkupkan sendok dan garpu diatas piringnya
Waktu makan telah usai dan tak ingin perduli rasa lapar
yang tak berhenti menuntut itu

Satu porsi ayam kluyuk dan bihun goreng telah tandas ditempatnya
Lalu seperti biasa: yang manis, yang asin, yang gurih dan yang tak ternamai berkelindan masuk
kerongga mulutnya:
Menyisakan jejak rasa

“Sengaja kutinggalkan tanda-tanda agar dapat kau kenali jalan menujuku
Setiap kali kau disapa rindu”
Tidak!!
Aku pejalan sejati, senantiasa pergi
Tapi kau boleh percaya, semerbakmu abadi.

By: Puisi Gudang Rony merc’

Iklan

5 Tanggapan to “Percakapan Seusai Makan”

  1. Parahnya, Denuzz gak ngerti maksud puisi ini apa… 😦
    Maaf…

  2. Salam BURUNG HANTU… cuit… cuit… cuit…

  3. Puisi memang hanya pemiliknya yang tahu maksud pastinya

  4. puisi hanya pemilik para pujangga..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: