Percakapan Seusai Makan
“Suatu kali ingin kukenangkan kembali semerbakmu”
Ia menangkupkan sendok dan garpu diatas piringnya
Waktu makan telah usai dan tak ingin perduli rasa lapar
yang tak berhenti menuntut itu
Satu porsi ayam kluyuk dan bihun goreng telah tandas ditempatnya
Lalu seperti biasa: yang manis, yang asin, yang gurih dan yang tak ternamai berkelindan masuk
kerongga mulutnya:
Menyisakan jejak rasa
“Sengaja kutinggalkan tanda-tanda agar dapat kau kenali jalan menujuku
Setiap kali kau disapa rindu”
Tidak!!
Aku pejalan sejati, senantiasa pergi
Tapi kau boleh percaya, semerbakmu abadi.
By: Puisi Gudang Rony merc’
Desember 3, 2010 pada 11:17 am
Parahnya, Denuzz gak ngerti maksud puisi ini apa…
Maaf…
Desember 3, 2010 pada 11:18 am
Salam BURUNG HANTU… cuit… cuit… cuit…
Desember 4, 2010 pada 5:38 am
Puisi memang hanya pemiliknya yang tahu maksud pastinya
Desember 20, 2010 pada 11:24 pm
Unforgettable…..
Desember 21, 2010 pada 12:54 pm
puisi hanya pemilik para pujangga..