GERABAH
Ia ingat berbulir pasir
dan berhelai rambut perempuan
dan pecahan cangkang kerang
yang menyusup ke jasadnya
membuatnya selalu terjaga
di dasar bumi
ia tak ingat
mereka musuh atau sekutunya
ketika ia membuka jalan
mencari ranah yang lebih lapang
lebih terang
agar ia boleh memaklumkan dirinya
sebagai segumpal – atau sebentang
atau sebayang?
jasad lentur, tak terukur
oleh cermin yang dibawa
si mati kehadapannya
ia ingat diujung jalan itu
sepasang tangan jantan
mencoba mengasihinya
memilin-milinnya
mencari jantungnya
ia tak ingat
ia girang atau sekarat
ketika disorong kenyala api
ia tak ingat
ia keluar dari mimpi
atau masuk kedalam mimpi
ketika harus memilih
ayam kinantan
atau dada perempuan
atau jambangan kembang
atau penjaga pintu gerbang
yang akan menjadi wujudnya
supaya ia tampak baka
sejak itulah ia ingat berbulir pasir
dan berhelai rambut perempuan
dan pecahan cangkang kerang
yang telah menghancurkan wajahnya
sehingga ia berani
menampik cermin yang diulurkan si mati
sehingga ia bisa telanjang sempurna:
jasad liat–
kepadanya segala jalan mendekat
ia ingat, hanya ingat
By: Puisi Gudang Rony’
November 6, 2010 pada 7:40 am
salam kenal, kunjungan balik ditunggu di sini http://ramlannarie.wordpress.com dan http://ramlannarie.blogspot.com/ dan http://blog.ums.ac.id/ramlannarie/
November 13, 2010 pada 10:53 pm
suka banget…
pilihan kata-katanya menakjubkan. dalem dan sulit untuk diartikan.
November 14, 2010 pada 2:01 am
jasad liat–
kepadanya segala jalan mendekat
ia ingat, hanya ingat
suka dibagian ini.. :salam:
November 14, 2010 pada 6:16 am
(Maaf) izin mengamankan KEDUAX dulu. Boleh, kan?!
Sorry kemampuan mengapresiasi puisi saya kurang. Tapi baca keknya pilihan katanya indah juga.
November 14, 2010 pada 2:56 pm
suka ama karyanya..
November 14, 2010 pada 4:42 pm
puisi nya beda banget ^_^
November 14, 2010 pada 5:39 pm
TOP puisinya
November 14, 2010 pada 7:49 pm
ini ceritanya di puisi ini tokohnya sdh meninggal ya?
November 15, 2010 pada 10:40 am
karena hanya Kepada Kuasa-NYA segala sesuatu akan kembali …
SALAM Kenal dari Kendari…
November 15, 2010 pada 10:52 am
kunjungan balik, salam kenal…
November 15, 2010 pada 10:57 am
mantab dech puisinya…
hehehe
saking bagusnya ampe gw ga ngerti apa tuch maksudnya
November 16, 2010 pada 1:02 am
cuma bisa bilang : “KEREN euy”
Salam BURUNG HANTU
November 21, 2010 pada 11:54 am
aku suka puisi ini
keren
November 22, 2010 pada 2:56 pm
Kunjungan sore, apa kabar?
Desember 21, 2010 pada 12:54 pm
mantap bung..salam kenal ya..